Dari Lapangan ke Kaderisasi: Ranting NU Mejasem Barat Tancap Gas, Ukir Prestasi dan Bangkitkan Militansi Generasi Muda
KRAMAT — LIPUTANNUSANTARA.ORG
Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, menegaskan eksistensinya sebagai basis kaderisasi dengan meraih Juara 3 FUN Game Badminton MWC NU Kramat, Kamis (29/01/2026). Prestasi ini menjadi sinyal kuat bahwa ranting bukan sekadar struktur administratif, melainkan pusat pembinaan karakter dan militansi generasi muda NU.
Kontingen bulutangkis NU Mejasem Barat tampil penuh determinasi. Para atlet muda menunjukkan bahwa arena olahraga adalah ruang strategis pembentukan mental juang, disiplin, sportivitas, dan akhlakul karimah.
Nilai menang tanpa jumawa dan kalah tanpa amarah menjadi pesan moral yang ditunjukkan secara nyata di lapangan.
Lebih dari sekadar mengejar piala, keikutsertaan dalam ajang FUN Game Badminton ini dimaknai sebagai media kaderisasi nonformal.
Olahraga dijadikan instrumen strategis untuk menanamkan nilai khidmah, tanggung jawab sosial, persatuan, dan nasionalisme, sebagaimana ajaran Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari yang menempatkan perjuangan NU dalam bingkai keumatan dan kebangsaan.
Ketua Tanfidziyah NU Ranting Desa Mejasem Barat, Ustadz Moh. Faiq, menegaskan bahwa prestasi ini adalah titik balik kebangkitan ranting.
“Alhamdulillah, ini bukan sekadar juara, tetapi momentum kebangkitan. Ranting harus hidup, produktif, dan mampu menjadi rumah pembinaan generasi muda NU,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lahir secara instan, melainkan hasil dari sinergi kolektif antara atlet, pelatih, pengurus ranting, serta dukungan penuh warga NU Mejasem Barat. Model kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama NU dalam menjaga keberlanjutan kaderisasi di tingkat akar rumput.
Secara sosial, prestasi ini memberi dampak positif bagi lingkungan desa. Generasi muda diarahkan pada aktivitas yang sehat, kompetitif, dan bermartabat, sekaligus dijauhkan dari perilaku destruktif. Ranting NU Mejasem Barat membuktikan bahwa pembinaan pemuda tidak harus selalu melalui forum formal, tetapi bisa digerakkan melalui pendekatan kultural dan olahraga.
Ke depan, Ranting NU Desa Mejasem Barat menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kegiatan positif sebagai bagian dari agenda kaderisasi berkelanjutan, guna melahirkan generasi muda NU yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki loyalitas kebangsaan yang kuat.
Sebagaimana dawuh pendiri Jam’iyah Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Asy’ari, “Tak ada satu pun di dunia ini yang kekal. Maka ukirlah cerita indah sebagai kenangan, karena dunia ini memang sebuah cerita.” Prestasi ini menjadi salah satu ukiran penting dalam perjalanan kebangkitan Ranting NU Mejasem Barat.
Kontributor: Dzulham Amirul Arif
Redaksi.
