Invasi Greenland: NATO Hadapi Dilema Terbesar Sejak Berdiri
Jakaerta, LIPUTANNUSANTARA.ORG – Wacana Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump untuk menginvasi Greenland memicu kekhawatiran besar di Eropa. Greenland merupakan wilayah otonom Denmark, yang juga anggota penuh NATO. Jika invasi benar-benar terjadi, Pasal 5 NATO berpotensi diaktifkan, namun ironisnya ancaman datang dari dalam aliansi itu sendiri.
Latar Belakang Amerika
Ketertarikan Amerika terhadap Greenland bukan hal baru. Washington melihat Greenland sebagai wilayah strategis di Arktik dengan beberapa alasan utama:
- Posisi Geopolitik: Greenland berada di jalur penting Arktik yang semakin terbuka akibat mencairnya es, menjadikannya rute perdagangan dan militer vital.
- Sumber Daya Alam: Greenland diyakini menyimpan cadangan mineral langka, minyak, dan gas dalam jumlah besar.
- Keamanan Nasional: Amerika khawatir Rusia dan China memperkuat pengaruh di Arktik, sehingga ingin memastikan kawasan tetap dalam orbit Barat.
- Militer: Amerika sudah memiliki pangkalan udara Thule di Greenland, namun mencaplok wilayah itu akan memberi kontrol penuh atas pertahanan Arktik.
Presiden Trump menilai langkah ini sebagai bagian dari strategi besar untuk menegaskan dominasi Amerika di kawasan kutub utara. Namun, rencana tersebut langsung ditolak keras oleh Denmark dan Greenland.
Reaksi Internasional
Denmark menegaskan akan mempertahankan kedaulatan Greenland dengan segala cara. Militer Denmark menyatakan siap menembak jika pasukan Amerika masuk tanpa izin. Pemerintah Greenland juga menolak keras rencana pengambilalihan, menegaskan hak rakyat atas otonomi dan kedaulatan wilayah.
Uni Eropa menyatakan dukungan penuh kepada Denmark. Beberapa negara anggota NATO, termasuk Inggris, mempertimbangkan pengerahan pasukan ke Greenland untuk mengantisipasi langkah Amerika. Namun para analis menilai, jika Pasal 5 benar-benar diaktifkan melawan Amerika, NATO akan lumpuh secara politik dan militer.
“Pasal 5 dirancang untuk menghadapi serangan eksternal, bukan agresi dari anggota sendiri. Jika Amerika menyerang Greenland, itu bisa menjadi akhir dari NATO,” ujar seorang pengamat geopolitik Eropa.
Ancaman terhadap NATO
Situasi ini menempatkan NATO dalam dilema terbesar sejak berdiri. Aliansi pertahanan terbesar dunia itu berisiko kehilangan legitimasi jika gagal melindungi Denmark, sementara perpecahan internal bisa mendorong negara-negara Eropa membentuk aliansi baru di luar NATO. Red: rose
