Aktivitas Gunung Merapi: 1 Kali Awan Panas Guguran dan 128 Gempa Guguran
Sleman – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis laporan terbaru aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan Jumat, 9 Januari 2026. Dalam laporan tersebut, tercatat satu kali Awan Panas Guguran (APG) dengan jarak luncur signifikan, disertai ratusan gempa guguran yang menandakan suplai magma masih berlangsung.
Aktivitas Vulkanik
Data pengamatan dari pukul 00:00 hingga 24:00 WIB menunjukkan aktivitas vulkanik Merapi tetap tinggi.
- Awan Panas Guguran terjadi 1 kali dengan amplitudo 41 mm dan durasi 137,85 detik.
- Guguran Lava Pijar teramati 3 kali ke arah Barat Daya, meluncur ke Kali Sat/Putih dan Kali Bebeng dengan jarak maksimal 2.000 meter.
- Kegempaan tercatat 128 kali gempa guguran dan 73 kali gempa Fase Banyak (Hybrid).
Kondisi Visual dan Meteorologi
Gunung setinggi 2.968 mdpl ini tertutup kabut sepanjang hari dengan cuaca mendung dan hujan. Curah hujan tercatat 28 mm per hari. Suhu udara berkisar 17,7–25,6 °C dengan kelembaban mencapai 100%.
---
Status Siaga Level III
BPPTKG menegaskan status Merapi masih berada di Level III (Siaga). Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas di sektor Selatan-Barat Daya dan Tenggara.
- Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (5 km), Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (7 km).
- Sektor Tenggara: Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
- Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
---
Imbauan BPPTKG
Masyarakat di Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten diminta tetap waspada.
- Waspada Lahar Dingin saat hujan deras di alur sungai berhulu Merapi.
- Hindari Zona Bahaya sesuai radius yang ditetapkan.
- Antisipasi Abu Vulkanik dengan masker dan perlindungan diri.
BPPTKG mengingatkan agar masyarakat terus memantau informasi resmi melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau kanal media sosial PVMBG.
